Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Masukkan Kode Menu Di Sini

Kemenkominfo Blokir 835.000 Situs Porno

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir sekitar 835.000 situs porno sejak 2010 hingga Juni 2012. "Dari jumlah itu, situs-situs porno yang masuk aduan dan dinyatakan tidak aktif kami hapus," kata Direktur Bisnis Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Azhar Hasyim, setelah rapat evaluasi pemblokiran situs berkonten negatif di Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Azhar mengatakan, jumlah 835.000 situs pornografi itu merupakan data hingga Juni 2012 dengan rata-rata situs yang diblokir sebanyak 100 situs per hari dan tidak terdapat situs pornografi berdomain .id.

Direktur Bisnis Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat pada Desember 2010, sebanyak 833.000 situs pornografi telah diblokir.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, menurut Azhar, berencana melakukan koordinasi dengan perusahaan situs pencari di internet, Google, terkait penggunaan kata-kata kunci yang umum dipakai situs-situs pornografi.

"Kami belum melakukan pembicaraan dengan Google, tapi dengan YouTube sudah," kata Azhar.

Azhar menjelaskan, Kemenkominfo tidak sepenuhnya berkapasitas menutup situs-situs yang mengandung pornografi berdomain .com karena tidak terdaftar di Indonesia.

Kemenkominfo menerima pengaduan situs-situs pornografi dan sarana kontrol teknologi dunia siber kepada masyarakat melalui kanal trustpositif.kominfo.go.id.

Sumber: http://tekno.kompas.com/
 

Mengenai Saya

Popular Posts

SELAMAT DATANG DI BLOG INI....
Saat ini saya sedang mencoba ikut beberapa kontes SEO untuk menguji pengetahuan saya tentang SEO...Mohon dukungan teman-teman untuk artikel saya yang ada pada menu di atas ya...

Artikel Terbaru

FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK
kontes SEO fbi-bet.com taruhan bola casino sbobet online bonus 100% all produk mempertandingkan posisi banner pada Google Image Search. Mohon dukungannya

attribut